Selasa, 10 Januari 2017

Goresan Luka Ini


Rusunawa, 06 Juni 2015
Seberapa kuat aku bertahan, aku akan tetap kalah.
Aku akan tetap kamu tinggalkan.
Seberapa banyak air mata ku yang mengalir membasahi pipi ini
Sampai kapan pun kau takkan pernah mengerti bahkan kembali
Betapa mudah kau melepaskanku
Betapa mudah kau menganggap semuanya musnah
Betapa sakit yang kurasa
Aku terluka tuhan
Seberapa kuat aku berusaha melupakannya
Itu bukanlah hal yang mudah
Sudah cukup rasakan berbutir butir air mata yang jatuh
Aku hanya bisa berdoa semoga kau bahagia dengan orang yang pastinya bisa membuatmu jauh lebih bahagia daripada aku
Siapapun itu
Aku hanya mampu tetap bertahan di posisiku saat ini
Apa yang mampu aku lakukakn,saat orang tunggal yng aku sayang,yang selalu ada untukku justru yang malah meninggalkanku tanpa alasan yang jelas.
Aku hanya  bisa mundur perlahan
Aku hanya bisa melanjutkan hidupku yang takkan lagi aku sia-siakan
Tetap menatap masa depan tanpa kamu yang akan menjadi orang pertama untuk aku jadikan orang yang menengadah saat kau menyadari bahwa saat itu,akulah tetap menjadi pemenang.
Tunggulah saat itu semua akan terwujud
Kau akan memintaku kembali
Kau akan mengemis untuk mengulang kisah indah kita,
Tunggu,kisah indah? No! Inilah kisah terburuk dalam hidupku, begitu menyesal pernah sekuat tenaga memperjuangkanmu tetap di sisiku.
Aku yang terlalu bodoh ya,
Ya, saat ini aku memang bodoh mengharapkanmu setiap saat.
Tapi kita akan lihat, siapa yang akan bertekuk lutut menyaksikan segalanya
Siapa yang akan bertekuk lutut memohon untuk kembali.
Kita lihat nanti.
Terbanglah bersama orang yang bisa melengkapi sayapmu,
Aku justru akan secepatnya menghilang dari hidupmu.
Secepatnya.
Bahkan lebih cepat dari apa yang akan kau fikirkan.
Selamat jalan, berbahagia lah.