Rusunawa,
06 Juni 2015
Seberapa
kuat aku bertahan, aku akan tetap kalah.
Aku akan
tetap kamu tinggalkan.
Seberapa
banyak air mata ku yang mengalir membasahi pipi ini
Sampai
kapan pun kau takkan pernah mengerti bahkan kembali
Betapa
mudah kau melepaskanku
Betapa
mudah kau menganggap semuanya musnah
Betapa
sakit yang kurasa
Aku
terluka tuhan
Seberapa
kuat aku berusaha melupakannya
Itu
bukanlah hal yang mudah
Sudah
cukup rasakan berbutir butir air mata yang jatuh
Aku hanya
bisa berdoa semoga kau bahagia dengan orang yang pastinya bisa membuatmu jauh
lebih bahagia daripada aku
Siapapun
itu
Aku hanya
mampu tetap bertahan di posisiku saat ini
Apa yang
mampu aku lakukakn,saat orang tunggal yng aku sayang,yang selalu ada untukku
justru yang malah meninggalkanku tanpa alasan yang jelas.
Aku
hanya bisa mundur perlahan
Aku hanya
bisa melanjutkan hidupku yang takkan lagi aku sia-siakan
Tetap
menatap masa depan tanpa kamu yang akan menjadi orang pertama untuk aku jadikan
orang yang menengadah saat kau menyadari bahwa saat itu,akulah tetap menjadi
pemenang.
Tunggulah
saat itu semua akan terwujud
Kau akan
memintaku kembali
Kau akan
mengemis untuk mengulang kisah indah kita,
Tunggu,kisah
indah? No! Inilah kisah terburuk dalam hidupku, begitu menyesal pernah sekuat
tenaga memperjuangkanmu tetap di sisiku.
Aku yang
terlalu bodoh ya,
Ya, saat
ini aku memang bodoh mengharapkanmu setiap saat.
Tapi kita
akan lihat, siapa yang akan bertekuk lutut menyaksikan segalanya
Siapa
yang akan bertekuk lutut memohon untuk kembali.
Kita
lihat nanti.
Terbanglah
bersama orang yang bisa melengkapi sayapmu,
Aku
justru akan secepatnya menghilang dari hidupmu.
Secepatnya.
Bahkan
lebih cepat dari apa yang akan kau fikirkan.
Selamat
jalan, berbahagia lah.